Perahu layar tampak mengambang
2 sosok remaja sedang telanjang
Bicarakan nasib yang siap menerjang
“Akhirnya deru angin menghempar”
Di atas langit malaikat tertawa riang
Saksikan pohon – pohon muda yang mulai tumbang
Remaja itu tetap masih terangsang
“hei paling kan kepala itu dari lelautan!, tak lihat kah kau? Kita mulai terasingkan!”
Mendayuh perahu kuning itu terbang
Menghindar jangan sampai tertelan
Namun alur membuat mereka bimbang
“baringkan kepala mu disini, aku tahu dingin menusuk ke tubuh. Ingat lah Ayu aku ini cinta pada mu, tak akan kubiar kan malam ini menang.”
Yang se-ekor betina merasa tenang
Namun lautan mulai geram
Cemburu atas kemesraan 2 remaja yang reangsang
“Bila pagi tiba, percayalah kamu kan senang, kita akn merasa anggun di sana, bunga – bunga kan tumbuh setiap kaki ini melangkah. Tapi Tuhan pasti akangeram, cemburu akan menyerang. Aku minta sekali pada mu Ayu, lawan lah cemburu itu, aku tahu kamu akan menelan kelam nya malam, biarkan cahaya nanti sinari kita, jangan lah kamu tertidur berlama – lama.”
Teriak sang jantan pada lautan ; “hei angin aku siap menerjang”
2 November 2010 (jogja)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar